Selasa, 16 Februari 2016

Ritual Mumi Asap Suku Angga di Papua Nugini

Setiap negara dibelahan bumi ini selalu memiliki kebudayaan, tradisi dan adat istiadat yang dapat dikatakan cukup aneh dan unik. Meskipun peninggalan nenek moyang ini sudah berlangsung sejak lama tapi di era modern masih banyak suku-suku pedalaman yang terisolasi dari masyarakat perkotaan masih tetap meyakini dan menjalankan tradisi kuno tersebut. 
Salah satunya ritual mumi asap suku angga di papua nugini, dimana mereka melakukan proses mumifikasi atau mengawetkan mayat dengan cara yang terbilang sangat menyeramkan. Yaitu bila salah satu anggota masyarakat mereka meninggal mereka tidak akan mengubur ataupun mengkremasinya. 
Melainkan mengasapi mayat tersebut dengan bara api kemudian diletakkan begitu saja diatas tebing batu yang curam, bersama dengan jenazah-jenazah sebelumnya. Kita pasti akan merasa takut saat pertama kali melihat lokasi tempat mumi-mumi asap berkumpul. Bagaimana tubuh mayat-mayat ini berwarna kemerahan tanpa balutan kulit dan daging. 
Kemudian akan dilakukan proses menyayat setiap bagian tubuh dimulai dari kaki, tangan, bokong sampai seluruh daging dan lemak habis tak tersisa. Setelah itu mata, anus, alat vital, akan dijahit untuk mencegah terjadinya pembusukan. Dan ada bagian tubuh dari jenazah yang khusus dihidangkan untuk keluarganya yakni daging ditelapak tangan, lidah dan daging ditelapak kaki. 
Setelah itu dimulai proses pengasapan mumi dengan bara api , mayat tersebut pasti akan mengeluarkan kelenjar cairan, dan nantinya cairan itu akan disimpan sebagai minyak goreng. Setelah jenazah sudah dianggap kering, dan kelenjar cairan sudah tidak tersisa.  Kemudian mumi yang sudah mateng tersebut akan dilapisi kembali dengan tanah liat bercampur lempung merah dan kemudian memajangnya di tebing dinding. 
 
selain tradisi mumi asap, sebenarnya masih adalagi ritual aneh suku angga di Papua Nugini yang tak kalah unik dan menyeramkannya. Yaitu tradisi penghormatan untuk Prajurit/ Penjaga suku Angga, mereka tidak melakukan ritual mumi asap melainkan cukup digantung diatas tebing, lengkap dengan peralatan senjata mereka ketika masih hidup seperti pedang ataupun panah. Suku angga di Papua Nugini percaya bahwa roh-roh prajurit ini akan selalu menjaga Desa tempat tinggal mereka. 


Sikap Mahasiswa Papua

Oleh : Ayob Tabuni

Sebuah kenyataan yang dapat dipungkiri bahwa masiswa Papua Barat adalah orang Papua, berkebangsaan Papua, mempunyai ras Negroid dari rumpun Melanesia dengan ciri fisik berkulit hitam dan berambut keriting. ini adalah sebuah kenyataan. Mahasiswa Papua Barat juga adalah orang yang mempunyai wilayah sebagai tempat tinggalnyanya dan hidup di wilayah itu. ini juga kenyataan.

Walaupun demikian, tidak semua mahaswa sadar bahwa mereka adalah orang papua. Mereka tidak sadar bahwa rakyatnya, yaitu orang tua dan sanak- saudaranya sendiri sedang berjajah, dan lebih gawat adalah mereka sendiri sering mengadaikan diri sambil menyangka lbahwa mereka bukan orang papua. ini sesuatu yang ironis.
untuk itu, agar dapat sadar diri sebagai orang Papua, dan memahami dinamika kehidupan bangsanya dan rakyatnya, maka mahasiswa Papua Barat harus mempunyai sikap yang tegas dalam menangapi dinamika kehidupan yang terjadi di Papua Barat tanpa harus menjadi orang munafik. untuk sampai kepada pengambilan sikap secara tegas dan konsisten dalam perjuangan kemerdekaan Papua Barat. wa... 

Ini sedikit materi yang saya bagikan kepadat saya dan kawan- semua semoga bermaanfaat.

Rabu, 03 Februari 2016

DOA ADALAH NAFAS HIDUP KITA

DOA ADALAH NAFAS HIDUP KITA
Oleh : Ayob Tabuni



"Bersukacitalahdalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalamdoa!" Roma 12:12

     Alkitab tidak pernah berhenti menasehati agar kita selalu bertekun di dalamdoa.  Itulah yang dikehendaki Tuhan!  Banyak orang Kristen yangmerasa dan menjadikan doa sebagai suatu hal yang sulit dilakukan.  Sehariada 24 jam, tapi rasa-rasanya kita sulit menyediakan waktu;  jangankan 1jam, beberapa menit saja kita sepertinya tak mampu, padahal berdoa itu sangatpenting dan harus menjadi bagian hidup kita.  Bagi orang percaya, doa itu menjadi nafas hidup!  Bayangkan jika kita tidak dapat bernafas beberapa menit saja kita pasti akan mati.  Tanpa doa kita pun akan mengalami kematian rohani.  Terlebih di masa-masa sulit sekarang ini, masihkah kita tidak mau berdoa?  "Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu,selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itutidak melandanya."  (Mazmur 32:6).  Karena itu doa harusmenjadi prioritas agar kerohanian kita mengalami kemajuan dan kuat di segalakeadaan.

     Apa sebenarnya yang terjadi ketika kita berdoa? Kita berkomunikasi dengan Tuhan;  suatu hubungan yang intim/akrab antarakita sebagai anak dengan Tuhan sebagai Bapa kita.  Hubungan ini bersifat dua arah: kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dan kita memberi kesempatan Dia berbicara kepada kita.  Seringkali yang terjadi kita hanya berdoa ketika rincian kebutuhan kita sudah menumpuk tanpa mempedulikan apa yang Tuhan mau.  Ketika kita mendisiplinkan diri dalam hal berdoa, kita akan semakin dewasa rohani sehingga kita pun semakin mengenal Tuhan dan semakin mengerti kehendakNya atas kita.  Kehebatan pelayanan Tuhan Yesus bukanlah karena Ia mengandalkan keberadaanNya sebagai Anak Allah, tetapi sebagai Anak Manusia yang senantiasa mengandalkan BapaNya melalui doa-doaNya.  Ia tidak pernah melewatkan waktuNya tanpa doa.  KehidupanNya selama di bumi penuh dengandoa.

     Jikalau kita ingin hidup seperti Tuhan Yesus tidak adajalan lain selain kita harus mendisplinkan diri dalam hal berdoa.  Iaberkata,  "Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akanmelakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaanyang lebih besar dari pada itu."  (Yohanes 14:12).


Disiplin dalam berdoa adalah kunci kemenangan orang percaya!  


Mengenal Yogotak Humuluk Mutuk Hanorogo Dan Motto Lainnya Di Papua

.

Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo

WANI/HarianPapua, Papua - Selain memiliki kekayaan alam yang mempesona, Papua juga kaya akan budaya dan bahasa di setiap daerahnya. Ada lebih dari 300 bahasa yang tersebar dari penjuru Sorong hingga Merauke di ujung timur. 

Jumlah tersebut bukan berarti Papua memiliki 300 kabupaten, namun memang di setiap masing-masing kampung dari suatu daerah terdapat perbedaan bahasa dengan kampung di “sebelahnya”. Perbedaan ini pun cukup relatif, ada beberapa pengucapan yang sedikit mirip, meski tetap terhitung berbeda, hingga perbedaan bahasa yang tidak memiliki kemiripan sama skali. 


Ada beberapa pemerintah daerah di Papua yang memanfaatkan bahasa daerah untuk menuliskan motto mereka. Selain menunjukan harapan dan cita-cita lewat motto tersebut, penggunaan bahasa daerah juga bisa menjadi identitas daerah yang membedakan satu daerah dengan daerah lainnya. 


Berikut lima motto daerah di Papua yang dituliskan dengan bahasa daerah sendiri : 


Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo 


Ini merupakan motto dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo memiliki arti Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari Ini. Sederhana memang, namun motto ini cukup mewakili kehidupan di Kabupaten Jayawijaya secara umum wilayah pegunungan Papua yang ingin terus berkembang dari waktu ke waktu, entah itu di bidang pendidikan, kesehatan, atau berkembang secara sumber daya manusianya. 


Izakod Bekai Izakod Kai 


Motto berikutnya datang dari Merauke, Izakod Bekai Izakod Kai. Arti dari empat kata ini adalah Satu Hati Satu Tujuan. Sewaktu masa penjajahan, para tentara Belanda menelusuri Sungai Maro hingga akhirnya bertemu Suku Marind (suku asli Merauke). Suku Marind lalu menjelaskan nama Sungai Maro ke tentara Belanda dengan sebutan Maro-Ka-Ahe (ini sungai maro) yang akhirnya menjadi nama Merauke saat ini. 


Untuk mengenang peristiwa datangnya bangsa asing yang turut membangun Merauke kala itu, dibangun sebuah tugu yang di atasnya terdapat replika Suku Marind bersama seorang pendatang sedang bersama-sama memegang sebuah hati, sebagai gambaran Satu Hati Satu Tujuan. 


Khena Mbay Umbay 


Penggunaan bahasa daerah dalam menuliskan motto juga dipakai Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan slogan Khena Mbay Umbay, yang memiliki arti Satu Utuh Ceria Berkarya Meraih Kejayaan. Pemkab Jayapura terus menekankan kepada semua instansi-instansi di bawahnya agar selalu bersatu untuk membangun kabupaten yang beribukota di Sentani itu. 


Saat ini pembangunan di Sentani sudah sangat pesat dan terus dilirik para investor seperti pembangunan hotel berbintang hingga pembukaan pusat perbelanjaan. Perekonomian masyarakat juga terus meningkat dari waktu ke waktu, yang mungkin merupakan bagian dari Khena Mbay Umbay milik Pemkab Jayapura. 


Eme Neme Yauware 

Bergeser sedikit ke Barat, tepatnya di Kabupaten Mimika. Kabupaten ini memiliki motto Eme Neme Yauware yang berarti Bersama, Bersaudara Kita Membangun. Kabupaten Mimika didiami banyak suku dengan sejarah panjang perang antar kampung yang menewaskan banyak jiwa. 

Untuk itu di awal tahun 2000-an dikampanyekan motto Eme Neme Yauware yang ingin menjelaskan kepada warga semua kampung di Mimika bahwa mereka adalah saudara, dan harus bersama-sama membangun Kabupaten Mimika. 

Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased 

Motto terakhir datang dari Kota Jayapura dengan sebutan Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan. Motto ini belum lama digunakan karena baru ada pada pertengahan tahun 2013 lalu. 

Menurut Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano (BTM), selaku penggagas motto tersebut, Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased diambil dari penggabungan bahasa beberapa kampung di Port Numbay (Jayapura). BTM yang merupakan putra asli Port Numbay menjelaskan dirinya ingin mengangkat kearifan lokal ke dalam pemerintahan Kota Jayapura yang tidak pernah ada di pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.



Posted by:Rikardo Kaway
Copyright ©HarianPapua

Senin, 01 Februari 2016

Lagi, TNI Menabrak Warga Papua Hingga Tewas

Korban tabrakan lari oleh Tentara Nasional Indonesia
Baru! Knpb Timika News - Pada hari ini selasa 19 Januari 2016 jam 10.20 WPB.  Terjadi tabrakan diduga dilakukan Oleh Anggota Tentara Nasioanl Indonesia (TNI) terhadap masyarakat sipil Papua gunung.
Namun maaf Identitasnya belum di ketahui. Kejadiannya di jalan Cenderawasih depan Kantor BPJS sebelum jembatan kali, disitu terdapat poster dengan bertulisan selamat datang sp 2 dari arah Timika.

Awalnya Korban ini menggunakan sepeda motor dari arah Sp 2, menuju ke Timika dan oknum pelaku seorang TNI ini, dari arah Timika menuju ke arah kuala menggunakan sepeda motor juga kemudian korban ini mau lambung tiba-tiba Oknum TNI ini menendang pelaku yang sedang bawah motor akhirnya korban jatuh dan Meninggal tempat.
Sementara korban ada di rumah sakit karitas, apa bila rakyat papua yang kehilangan keluarganya boleh pergi cek di Rumah sakit Karitas Sp 5. 
Kami tidak bisa menjelaskan identitasnya karena kami belum mengetahui identitas korban tersebut.
Dan untuk sementara Pelaku  TNI ini, setelah menabrak korban tersebut melarikan diri dan kami pun juga belum tahu Identitas Pelaku ini lebih jelas.
Terima kasih....! KNPB Timika
Korban tabrakan lari oleh Tentara Nasional Indonesia




Lagi Masyarakat Sipil Ditodong Senyata Api, Dianiaya Oleh 2 Anggota Kopasus


Korban Kekerasan Aparat Kornelis Tapung Kambana
Merauke, KNPBNews - Minggu (29/11/15) Kurang lebih pukul. 20.00 WPB seorang masyarakat sipil atas nama Kornelis Tapung Kambana (38) dianiaya oleh dua anggota kopasus di Jln. Kelapa II Perikanan Darat Kelurahan Kelapa Lima Merauke.

Kronologis singkat: Awalnya korban atas nama Kornelis Tapung memiliki masalah keluarga, ia bertengkar dengan saudaranya di rumah namun saudaranya melaporkan korban ke pos kopasus di Jln. Dom Kelurahan Kelapa Lima Merauke.


Selang beberapa menit kurang lebih pukul. 20.00.WPB dua anggota kopasus datang ke TKP dan bertanya siapa yang buat kacau dan korban mengaku kemudian korban ditendang tetapi korban menghindar lalu kopasus mengambil pistol dan menodong korban kemudian korban dipukul dengan slang yang berisi pasir pada pelipis kiri korban, ditendang pada pinggang kiri dan kanan lalu korban disuru tidur di atas tanah dan cambuk beberapa kali dengan slang yang berisi pasir di tulang belakang korban.


Akibat penganiayaan korban mengalami luka memar di sebagian tubuh yang dipukul.


West Papua National Committee [KNPB]
Orang Papua Di Balik Jeruji Besi - Pace Papushare

SEBARKAN! Dibetahukan Kepada Semua Orang Papua

Teriakan mama/fb
Sebarkanlah Pengumuan ini! Diberitahukan kepada semua orang Papua

Pacepapushare - Apakah Ibu anda melahirkan anda dengan menderita yang penuh dengan air mata apa hanya untuk di "PERBUDAK, DIPERKOSA, DIBUNUH, DITINDAS DAN DIJAJAH...Oleh para Penjajah...?

Dan apakah anda sedang merasakan bahwa para kolonial ini sedang menjajah anda atau tidak?
Mulai Tahun 2016 ini, orang Papua stop ikut-ikut program Kolonial.

Apa anda tidak sayang kepada seorang ibu yang sedang berteriak, ketika anaknya di bunuh habis oleh binatang buas.

Mereka melahirkan anda dengan banyak pengorbanan dan tangisan yang tak terbatas dan membesarkan anda dengan susah paya, lalu anda besar hanya untuk dibunuh oleh penjaya, apakah tidak sakit hati.?

Saatnya orang Papua bersatu dan Lawan hingga Kebebasan itu datang.